Jumat, 14 Februari 2014

Suka Buku VS Suka Baca

Banyak yang mengatakan kalo ingin menjadi seorang penulis, kamu harus rajin membaca. Ya, kalimat itu nggak asing buat gue, tapi gue tidak pernah memasukkan kata "membaca" sebagai hobi. Gue memilih kata "menulis" dan "menonton" sesuatu untuk kategori hobi gue. Masih teringat di suatu seminar kepenulisan, gue dicaci dan disudutkan hanya karena gue sendiri yang mengangkat tangan bahwa hobi gue bukanlah "membaca". Entahlah bukan berarti gue BENCI membaca. Apalagi setelah gue bicara, kalo buku favorit gue adalah komik. Dan baru gue tahu kalo komik itu BUKAN BUKU. Apa???!! Sementara novel masih masuk kategori buku. Hal ini membuat gue bertanya, apakah hanya karena komik itu bergambar maka dia tidak disebut buku? Tapi secara fisik, mereka berbentuk buku kan? Apa gue salah suka baca komik? Dan semua pertanyaan itu berkembang kepada diri gue sendiri, sebenernya gue SUKA BUKU atau SUKA BACA?
TUMPUKAN KOMIK GUE YANG UDAH NGGAK MUAT DI RAK
SUKA BUKU
Gue adalah orang yang lebih memilih untuk menghabiskan uang 50ribu untuk membeli sebuah BUKU daripada BAJU. Di saat teman-teman gue lebih "ngiler" ngeliat diskon baju, gue lebih ngiler liat diskon buku yang sialnya selalu dikit, paling gede juga 20%. Gue seneng banget ke perpustakaan, cuma untuk sekedar duduk melihat jejeran buku, mencium aroma tua buku, menyentuh lembar-lembar kering setiap halaman buku, membuka-buka halamannya secara asal, tanpa MEMBACA penuh keseluruhan isi buku. Mungkin kah gue sebenernya hanya suka BUKU? Tentu banyak orang yang pernah merasakan ini. Senang membeli buku, karena tertarik di awal dan lain sebagainya. Tapi pada akhirnya BUKU tersebut belum pernah dibaca. Hal ini sama seperti saat banyak meng-copy film di laptop tapi belum semua ditonton. Jadi sebenernya cuma doyan ngoleksi aja (tanpa disadari). Di beberapa ulang tahun, BUKU menjadi hadiah ulang tahun untuk gue (bukan komik loh yah). Gue seneng banget, tapi sekali lagi gue belom pernah tuntas membaca buku tersebut. Bukan karena malas, atau tidak punya waktu, entahlah mungkin karena gue cuma suka buku. Aroma buku yang baru dibeli misalnya, sangat menyenangkan daripada buku lama, tapi lembaran kertasnya masih lebih asik buku lama.

Di titik ini, gue menelusuri lagi, apakah benar gue masuk ke dalam kategori SUKA BUKU bukan SUKA BACA? Jika ditanya lebih suka mana membaca komik online atau komik dalam fisik buku, gue akan memilih komik dalam fisik buku. Gue sangat menikmati ketika tangan gue bersentuhan dengan kertas buku dan aroma yang ditimbulkannya tiap halaman berganti. Pasti kalian juga merasakan hal ini kan? Karena bukulah, gue pake kacamata (tunggu), mungkin karena membaca makanya gue pake kacamata? Hahaha jika kalian rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli sebuah buku hingga rak buku kalian sangat padat, patut dipertanyakan apakah kalian SUKA BUKU atau SUKA BACA? Ya, kalo semua buku-buku itu sudah dibaca, ya artinya suka baca. Tapi kalo tidak dibaca? Artinya kolektor kali yah? Umumnya orang menganggap, "orang yang memiliki banyak buku, berarti dia memiliki hobi membaca", padahal belum tentu kan?

SUKA BACA
Membaca memiliki arti yang luas bagi gue. Beda sekali dengan seminar yang menyudutkan gue itu, yang mewajibkan gue membaca buku. Bagi gue, sekadar membaca status orang di twitter sudah termasuk MEMBACA. Sayangnya seringkali kata "membaca" dikaitkan dengan "buku" (harusnya komik juga dong! Sensi gue). Dari sini kita bisa katakan, "nggak mesti punya buku, kalo emang suka membaca". Apa gunanya perpustakaan diciptakan? Lalu bagaimana dengan orang-orang yang senang membuka buku di toko buku kemudian membacanya tanpa membelinya? Lalu apa guna blog ini ada kalo bukan untuk dibaca? Sama halnya seperti orang yang rajin membaca "aturan pakai" di setiap produknya, mereka lebih sering disebut sebagai "orang teliti" ketimbang "orang yang suka baca". Apakah hal ini semua karena julukan "kutu buku" yang merujuk pada orang yang suka baca, sehingga kata baca pasti menikah dengan buku? #Sotoy.

Di jaman yang serba digital ini, banyak sekali orang yang gue temui "merundukkan" kepalanya karena melihat handphone bukan buku. Dan seketika semua orang banyak yang suka asal "nge-judge" karena mereka memegang handphone bukan buku. Padahal mereka juga lagi "membaca" kan? Gue nggak nyalahin kalo budaya negeri kita ini bukan negeri "pembaca", bahkan banyak orang dewasa yang memerintahkan generasi muda untuk membaca tanpa memberi contoh kalau mereka juga seorang pembaca. Kebiasaan membaca bagus sih, TAPI seringnya membaca kilat kalo di handphone kan? Misal lo follow akun koran gitu, ada judul dan link artikelnya, eh lo langsung berkomentar cuma karena judulnya tapi belom BACA keseluruhan.

Kalo SUKA BUKU dan SUKA BACA, alangkah lebih baik lagi. Kenapa? Karena kalo SUKA BUKU, pasti bukunya terawat. Misal biar nggak ada halaman yang ketekuk, setiap buku dikasih pembatas buku (kalo nggak dapet, biasanya bikin sendiri), atau nggak rak bukunya pasti nggak dibiarin berdebu. Kalo SUKA BACA, pasti bukunya luwes dan nggak kaku. Uang yang terpakai untuk membeli buku nggak sia-sia, dan di otak punya "bekas" dari pengalaman si penulis. Dan kemudian, pertanyaannya kembali lagi ke gue, apakah gue SUKA BUKU atau SUKA BACA? Komik-komik gue sempat gue rentalin biar dapet duit dan alhasil buku gue nggak teawat. Kalo gue sangat menyukai buku itu atau membaca buku itu dengan serius, biasanya buku itu gue coret atau gue beri tanda untuk dibaca ulang. Berarti gue nggak suka buku dong? Eits, di rak buku gue, masih banyak buku yang belom gue baca. Terus gue ini apa?

Oke, oke, maaf gue terlalu #Sotoy membuat SUKA BUKU dan SUKA BACA menjadi berbeda sekaligus terpisah. Semenjak gue mulai bosan membaca apa yang ada di handphone gue (walau terkoneksi di internet), saat ini gue memutuskan untuk menjadi orang yang SUKA BUKU dan SUKA BACA. Gue mulai menyicil buku-buku yang belum gue baca, walau seringkali seperti orang mabok masih membawa buku baru (baru dibeli atau pun baru dipinjam). Tapi gue tetep baca berita lewat handphone (entah rasanya lebih asik aja saat ada link-link terkait ketimbang baca koran yang sedang terbit). Hehehe mari teman-teman kita budayakan membaca. "kalau mau tulisannya dibaca orang, mulailah dengan membaca tulisan orang lain" ini adalah sebuah etika yang baik. Salam #Sotoy

20 komentar:

  1. bener. kalo punya 50rb mending aku beliin buku dibanding baju. karena apa? baju pasti akan habis saat itu juga, sedangkan buku memiliki manfaat jauh lebih luas dibanding sekeping baju..
    terus lagi syukur2 kalo nemu pameran buku murah, duit 50rb cukup deh buat belanja buku minimal dapet 3 buku.. kan lumayan, pengetahuan bertambah :)

    Berani membaca, berani berkarya. Selamat membaca dan selamat berkarya. salam anak muda! :D

    http://fandhyachmadromadhon.blogspot.com/2014/02/mengenal-kampung-fiksi.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiip. Terima kasih untuk semangat berkarya-nya. Saya akan berkunjung ke rumah (blog) anda segera. Salam kenal :))

      Hapus
  2. Ijin blogwalking ya. :-)
    Ada lomba menulis dari MBC nih. Click This!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung. Tak mau kah menyantap hidangan di sini terlebih dulu? Hanya memberi kriman saja? Ya sudah, saya akan melihat kiriman anda. Salam kenal

      Hapus
  3. Baru tau kalo komik tidak masuk genre buku. Wah.

    http://pendekarkeyboard.blogspot.com/2014/01/cara-menghentikan-perang-crazy-idea.html#more

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tau persisnya sih :))
      Thanks yah. Gue ke akan ke blog lo. Hohoho salam kenal.

      Hapus
  4. aku juga lebih suka beli buku ketimbang baju kak. haaha *eh iya ya?

    BalasHapus
  5. Wah itu komiknya daripada enggak keurus, mending buwat hadiah GA aja.. hehe... Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha sayang banget kalo buat GA, harus yang baru dan bagus dong. Masa bekas. Hehehe keurus kok, justru foto itu diambil waktu lagi dibenah-benahin sangking bingung mau ditaro di mana.

      Hapus
  6. ngomong-ngomong tentang buku, gw ada rekomendasi buku buat lu nih put, kayaknya sih pas banget ama kehidupan lu. dan mungkin juga bisa jadi bahan buat tulisan berikutnya. ane pribadi sih blom praktekin.
    cekibrot http://angko.tk/1bh7veD

    BalasHapus
  7. kalau gue sih suka beli buku... buku yang menurut gue bagus gue beli dulu. bacanya belakangan. tapi, semua buku gue kayak dibaca semua kok. ya, ada beberapa buku yg jelek menurutku langsung disimpen di rak. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tipe yang umumnya selalu ada yah. Kayak temen gue yang punya bagian rak tersendiri untuk kategori buku ketipu sama covernya :)

      Hapus
  8. aku suka baca novel ketimbang buku, padahal novel juga buku ya?
    cuma kalau ada kata-kata 'buku' gitu kesannya bacaan yg berattt hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener juga. Kadang orang yang baca novel, nggak mau disebut baca buku yah :)

      Hapus
  9. Aku suka buku, karena bisa dapat banyak pengetahuan atau hiburan ya bacaan lah. Aku suka baca, karena bacaan ada di buku ataupun lain-lain.
    Ah, jadi gimana? ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu perfect, suka keduanya hahahaha :D

      Hapus