Senin, 24 November 2014

[Review] Hellofest 10 - Menjamurnya Komik Lokal

Yo! Apa kabar? Semoga dalam keadaan baik. Kalau dipikir-pikir, bulan ini banyak film bagus yah, bulan depan apalagi. Ini menandakan review film gue juga ikutan numpuk hahaha (nggak janji nge-review semua). Tapi kali ini gue nggak nge-review film dulu, gue mau nge-review sebuah acara tahunan yang bisa dibilang acara yang cukup besar, yaitu Hellofest 10. Bagi yang belum tahu Hellofest itu acara apaan, kalian bisa baca review gue sebelumnya tentang "Hellofest 9". Oke, mari kita mulai review-nya!

Dari angkanya aja, kita tau tahun ini adalah tahun ke-10 diadakannya Hellofest. Setiap tahunnya pasti selalu ada yang beda dari Hellofest dan yang paling mendasar perbedaan untuk Hellofest 10 ini bagi gue adalah Hellofest lebih menekankan IDENTITAS sebagai event pop culture tergokil se-Indonesia raya. Walau masih banyak yang mengenal dengan nama acara "anima expo", Hellofest 10 kali ini memang beneran pop culture abis. Tahun-tahun sebeumnya Hellofest hanya sekadar film pendek, animasi, kostumasa (sebutan untuk orang-orang berkostum atau cosplayer). Berlanjut dengan Hellofest 9 yang mulai ada mural dan grafiti dan kemudian Hellofest 10 dengan para youtubers, stand up comedian (comic), dan yang paling heboh adalah KOMIK LOKAL.

Tahun 2014 mungkin menjadi tahunnya KOMIK LOKAL UNJUK RASA dan Hellofest 10 sangat tepat untuk membawa para komikus lokal mengenalkan komiknya. Ini menjadi nilai plus, karena memberi pengetahuan baru untuk para pendatang Hellofest yang "didominasi" oleh para pecinta komik Jepang (manga) dan anime. Gue pun datang sebagai Jagawana (sebutan pembaca komik nusantaranger). Bagi yang belum tau nusantaranger itu apa, kalian bisa buka web komiknya langsung di nusantaranger.com hohoho.

LOKASI
Lokasi Hellofest 10 kali ini lebih besar dan keputusan yang tepat untuk penempatan teater area-nya yang lebih lebar jadi dapat menampung orang lebih banyak dan nggak perlu berebut sejuknya AC heuheuheu karena di Tennis Indoor gitu yang biasanya buat tempat konser hohoho dan masih banyak tempat untuk orang duduk (+). Tapi sayangnya panggung kurang tinggi, sehingga beberapa orang yang duduk lesehan harus mendongak sedikit atau bahkan berdiri menutupi penonton di belakangnya (-). Coba tinggian dikiiit lagi heuheu. Gue dateng 2 hari, dan sound di dalam teater area di hari ke-2 agak "kelelep" gitu dibanding hari pertama yang menggelegar.
DENAH LOKASI HELLOFEST
Denah yang jelas tapi kurang mendetail dan panitia kurang menguasai area. Dikit-dikit tiap bertanya tempat, pasti disuruh liat denah. Untuk gue yang rajin liat denah, tentu gue bertanya untuk memastikan tempat yang ternyata tidak tercantum di denah, contohnya BOOTH KOMUNITAS. Gue keliling mencari itu booth tenda buat komunitas Jagawana nggak nemu-nemu sampai seorang sekuriti bilang kalo gue cuma berhalusinasi dan booth komunitas itu nggak ada (what the...) padahal jelas-jelas booth komunitas memiliki jadwal tersendiri loh.

PANITIA
Dari cerita tersebut, gue memutuskan panitia Hellofest 10 kali ini kurang koperatif termasuk dengan sekuriti (-). Seorang cosplayer ditahan saat ingin keluar dari acara karena membawa benda yang mencurigakan padahal benda itu adalah pernak-pernik cosplay-nya dan dia mengenakan nametag kostumasa (wedew paaak tolong). Tapi dari segi keamanan, cukup okelah ini bapak-bapak sekuriti. Salutlah heuheu (+). Baju panitianya nggak se-kece baju panitia Hellofest 9 tapi yaa bolehlah tulisannya heuheuheu.

TIKET
Harga tiketnya naik!! Ya wajar sih, cuma gue kurang suka dengan tiket yang sekarang. Tiket yang bentuknya emang buat digelangin. Alasannya, tiket ini cepet ancur karena keringet sendiri heuheuheu. Sementara gue masih nyimpen tiket Hellofest 9 yang beneran bentuknya tiket hahaha.

PENGUMUMAN
Sempet beredar kabar kalo mau belanja di Hellofest 10 itu nggak bisa pake UANG CASH dan pengumumannya itu baru beredar H-2 acara. Banyak beberapa pendatang yang mulai mengurungkan niatnya ketika tahu hal ini. Ngedadak sih tapi pada akhirnya yang ngedadak itu nggak berjalan lancar, nyatanya kami masih bisa menggunakan uang cash untuk transaksi. Huraay!

Secara keseluruhan acara ini oke! Hahaha gue cukup banyak dapet gratisan. Contoh gratisan yang paling berasa adalah pulsa 100ribu dari IM3 Indosat hahaha. Makin ke sini, berasa deh orang Indonesia makin kreatif. Kostumasa sampe bikin komik strip dalam satu hari (cepet yee). Gue cukup berterima kasih untuk mejengnya para komikus lokal. Senang bisa berinteraksi dengan mereka. Untuk Hellofest tahun depan hmm gue nggak tahu deh bakal datang lagi. Kita liat apa yang menarik tahun depan hehehe! Ini sedikit dokumentasi Hellofest 10.
MERCH RAGASUKMA

MERCH NUSANTARANGER

NUSANTARANGER X RAGASUKMA

COSU-NYA RE:ON YANG POPULER~

PRESENTASI NUSANTARANGER

CUT IT OUT-NYA KAK TETU KEREEN

AJENG-ANEL-PUTI

SAMA BOS-NYA JUKI, FAZA MEONK

AJENG - KAK BUNNY - PUTI

PUTI - MAS SWETA - AJENG

BOOTH IM3 INDOSAT BAGI PULSA GRETONG
GUE DI HARI PERTAMA

HADIAH DARI KANG DEDY RUKUN JAYA

EVA CELIA - MIRA LESMANA - RIRI RIZA
PRESENTASI SETAN JALANAN
TRIO NAYA (HAHA)

PERFORM-NYA EKA GUSTIWANA

PERSENTASI FILM GARUDA

RALINE SHAH
DUMMY KOMIK PENDEKAR TONGKAT EMAS
KHAE - PUTI - ACI - TIAR - GAGAH (JAGAWANA)
Eaaa bantuin jaga booth Ragasukma jadi bisa baca dummy komiknya pendekar tongkat emas, asiklah~ Hahahaha maaf banyak foto yang nge-blur (agak sedih sebenernya) huhuhu. Nggak sempet foto sama kostumasa yang kece-kece karena mondar-mandir. Hellofest 10 kali ini, gue kumpul sama Anel, Ajeng, Iqbal, Irham, Ganda dan tentunya Jagawana. Sekian review-nya maaf kalo nggak asoy! Hahaha.

Sumber foto merupakan hasil foto pribadi, @hellofest, Erika.
Pandang lagi langitnya »»  

Jumat, 21 November 2014

Budaya "saya kira" VS Budaya Permisi

Yo! Apa kabar kalian semua? Aku harap kalian dalam keadaan baik dan kudo'akan sehat selalu. Karena kesehatan itu begitu penting dalma pencapaian usaha kita saat ini, apa pun yang ingin kita capai. Belakangan ini kebetulan keadaanku kurang sehat hingga kelewat satu minggu nggak posting blog ini. Kaget juga sampe nggak bisa nulis dan baru nyadar kalo nulis itu butuh mikir yah hahahaha (jadi selama ini nulis nggak pake mikir apa?). Tenang, sekarang sudah sehat kok dan mari kita mulai!

Postingan kali ini merupakan hasil remake postinganku sebelumnya, yakni "Pentingnya Basa-basi". Indonesia terkenal dengan keramah-tamahannya, yang mencakup dengan sopan santun dan etikanya. Baru-baru ini, sebuah iklan menggelitik saya dengan dialog seseorang yang kurang lebih seperti ini: "Masalah berat yang Indonesia hadapi saat ini adalah apatis". Seperti yang kita tahu, rasa apatis memiliki arti ketidakpedulian. Dan tanpa kita sadari, ternyata kata "permisi" yang kita gunakan selama ini telah mencakup sebuah kepedulian.

Bicara soal "permisi", kebanyakan orang mengira ini mengenai antrian. Ya, tidak dapat dipungkiri kalau negara kita ini masih susah untuk mengantri atau pun berbaris dengan rapi misalnya. Tapi nyatanya "permisi" bisa jadi sebuah budaya kita yang mulai memudar perlahan dan digantikan dengan budaya "saya kira" (ini bukan kira deathnote atau apapun yah. Kira untuk mengira atau menduga).

Skenario pertama, (budaya "saya kira")
Cinta: Eh itu kan sandal jepit gue!
Rangga: Oh, saya kirain kamu uda nggak pake makanya saya ambil buat saya. Lagian uda jelek, buluk ini.
Cinta: (nge-batin) padahal itu sandal jepit favorit gue. Yauda ambil aja.

Skenario kedua, (budaya permisi)
Rangga: Cinta, ini sandal jepit kamu yah? Boleh nggak buat saya? Sandal jepit saya putus dan...
Cinta: Oh ya ambil aja, nggak apa-apa kok. Lagian uda nggak gue pake juga.
Rangga: Makasih yah.

Lebih enak mana? Tentu lebih asik skenario kedua kan? Akan tetapi tanpa disadari kita selalu menjalani skenario pertama tanpa disadari. Contoh paling dekat yaa sama teman sendiri terutama teman dekat. Begini skenarionya!

Di kantin,
Rangga: Kerupuk saya mana yah? Perasaan tadi beli 4, kok sekarang tinggal 2?
Cinta: Eh sorry gue makan tadi. Nanti gue ganti deh, gue laper banget. Setau gue, lo nggak gitu suka kerupuk deh.
Rangga: Nggak apa-apa, santai aja kali. (nge-batin) padahal saya jadi doyan kerupuk sejak kamu yang ngasih waktu makan bakso dulu.

Baiknya teman baik adalah yaah merelakan keinginan atau hal yang sedang dimiliki karena keburu diambil teman tanpa permisi (kalo dianalogikan pacar yah ditikung kali ye? Heuheuheu). Tapi coba pikirin deh, walau mereka teman baik kita pasti ada saat dimana mereka ngerasa kesal dari hal yang menurut kita sepele kayak skenario di sana. Nggak muluk, aku pun juga pasti pernah merasa kesal. Skenario-skneario di atas hanyalah contoh kecil saja dari perbandingan budaya "saya kira" dengan budaya permisi. Menurutku, budaya "saya kira" muncul dari perilaku cepat berprasangka dan mempermainkan sebuah dugaan menjadi sebuah keyakinan sendiri. Dan semua hal itu bisa juga disebut dengan "judge" atau tanpa sadar menghakimi seseorang. Sementara budaya permisi mencakup sebuah tata krama, sopan santun, dan tentunya kepedulian. Hal sederhana dari permisi itu adalah gambar di bawah ini,

Umumnya, kata "permisi" diajarkan pada kita ketika melewati beberapa orang yang lebih tua. Nilai kepedulian di sini muncul dengan menyadari keadaan sekeliling. Sadar di sana ada orang yang lebih tua atau mungkin sadar ada beberapa orang yang akan keganggu oleh kegiatan kecil kita, misalnya. Budaya permisi yang mencakup sopan santun ini tentunya juga berisikan kata-kata ajaib seperti: "maaf" dan "terima kasih". 2 kata ajaib ini beneran ajaib loh tetapi sayangnya mulai sedikit terdengar dan lebih banyak terdengar dari bibir kasir supermarket atau pun pelayan sebuah rumah makan.

Budaya "saya kira" tentu paling sering kita dengar dengan beberapa orang yang mulau men-judge ini itu. Paling sederhana, "Dia kan jilbabnya panjang, put! Mana mau diajak kesono!". Ahya, aku seringkali mendengar kalimat itu ketika menceritakan keinginanku mengajak si ini dan si itu ke suatu acara. Sumpah aku nggak ngerti kenapa jilbab panjang bisa dijadikan alasan untuk mencegahku mengajak seseorang ke suatu acara? (beneran nggak ngerti sama judge ini dan kenapa ada judge ini). Tentunya masih banyak lagi judge yang nggak bisa kusebutkan di sini dan semua termasuk ke dalam budaya "saya kira", yep kerjaannya mengira-ngira mulu. Padahal ilmuwan dan arsitek mengira-ngira sebuah ukuran ada perhitungannya.
PERMISI BUKAN SEKADAR BASA-BASI
Ohya, salam dan pamit juga merupakan cakupan dari budaya permisi. 2 hal ini juga mulai terlupakan, karena jaman membuat segalanya serba instan hingga tanpa sadar membuat kita menuntut segala sesuatunya cepat, tak sabar dan tak betah untuk melakukan basa-basi sedikit yang sekiranya menjadi bagian dari "permisi" itu sendiri. Semoga kita dapat memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih terpelihara rasa peduli dan sopan santun-nya. Mari berusaha!

Sumber foto:

*edisi "aku"*
Pandang lagi langitnya »»  

Rabu, 05 November 2014

Belajar Pantang Menyerah ala Naruto

Yo! Seperti yang gue katakan sebelumnya, untuk merayakan TAMATnya NARUTO, gue akan mendedikasikan 2 postingan untuk Naruto, salah satunya "Tribute to NARUTO - 15 Tahun Menginspirasi". Rencananya sih, blog gue ada tema dimana belajar dari karakter-karakter anime gitu. Setelah Belajar Meniru ala Kise Ryota "Kuroko no Basket", artinya postingan kali ini adalah postingan kedua untuk tema belajar dari karakter anime hohoho.
Pantang menyerah kayaknya uda basi banget kan menjadi tema anime atau manga yang tokoh utamanya bodoh, konyol, polos, jail, dan sejenisnya. Nah karakter kita yang juga tokoh utama ini, yaitu Naruto memiliki sifat-sifat yang disebut tadi. Dan sudah dapat dipastikan rivalnya harus berlawanan karakteristiknya, entah itu lebih tampan, lebih cerdas, lebih kalem, lebihlah pokoke.
Rumusan karakteristik itu uda umum sih, tetapi kenapa kata "pantang menyerah" begitu melekat pada Naruto? Apakah dia terlampau bodoh sehingga begitu pantang menyerah-nya untuk berusaha dalam apapun? Padahal kan masih banyak karakter lain yang bisa merepresentasikan kata "pantang menyerah" kan? Nah inilah hal yang bisa kita pelajari dari Naruto!

MENAKLUKAN KELEMAHAN DENGAN MENJADI AHLI
Kelemahan Naruto adalah jurus bunshin atau jurus bayangan. Di dalam anime-nya, untuk membuat satu bayangan dirinya saja dia tidak mampu, apalagi membuat lebih dari 10 bayangan. Tetapi sekarang? Jika ditanya jurus andalan Naruto yang paling POPULER, pasti jawabannya adalah kagebunshin no jutsu (jurus seribu bayangan) dan teknik lanjutannya, yakni taju kagebunshin no jutsu.
Jurus bunshin yang bahkan dia benci justru menjadi keahlian Naruto. Teringat seorang teman yang begitu membenci matematika. Karena nilainya yang selalu buruk di matematika, membuat dia harus bertemu matematika terus (tentunya saat remedial berkali-kali) hingga dia menyukai matematika sebagai pelajaran yang bisa dia banggakan. Mungkin ini yang dimaksud dengan benci dan cinta itu tipis perbedaannya. Ah yang jelas berkat usaha dong yah?

PUNYA CARA SENDIRI MENGATASI MASALAH
Terkadang kehebatan Naruto membuat kita lupa kalau dia ini bodoh hohoho. Maka dari itu, Naruto selalu sulit mempelajari jurus baru, bahkan terbilang lambat dan butuh bantuan orang lain. Walaupun begitu, Naruto memiliki "caranya sendiri" dalam mempelajari jurus barunya atau pun menghadapi musuh-musuhnya, tentunya berbeda dengan yang lain. Contohnya saat dia mempelajari jurus rasengan. Pendahulunya, Jiraiya dan Hokage ke 4, dapat membuat rasengan hanya dengan satu tangan, tetapi Naruto memiliki cara berbeda. Dengan bantuan jurus kagebunshin no jutsu, Naruto membuat rasengan.

MENEPATI JANJI
Sebagai pria, Naruto tidak mau menelan ludahnya sendiri. Apa yang telah dikatakan, akan dia lakukan. "I never go back on my words. That's my ninja way" sepertinya quote andalan Naruto. Dari kalimat itulah, Naruto yang memiliki karakter serampangan selalu berusaha sekuat tenaga dalam melakukan apapun terlebih menepati janjinya, baik itu janji pada orang lain maupun janji pada dirinya sendiri.
PUNYA CITA-CITA DAN BERUSAHA MERAIHNYA
Setiap cerita punya akhir dan tentunya memiliki sebuah tujuan utama. Naruto yang bodoh ini pun memiliki cita-cita tinggi, yaitu menjadi seorang hokage, ninja terkuat di desanya. Semua hal dianggapnya mungkin demi meraih cita-citanya itu, entah itu melawan Sasuke dalam keadaan belum menguasai teknik ninja yang lebih hebat dari Sasuke sekalipun.
 
Nah, sepertinya tujuan hidup dan cita-cita membuat Naruto menjadi sosok yang pantang menyerah dan selalu bersemangat dalam usaha melakukan hal yang terbaik meski melewati rintangan. Karena ada sesuatu yang ingin dicapai, hidup menjadi terarah dan tidak membosankan. Setidaknya itu yang bisa dipelajari dari Naruto. Ibaratnya sih, Naruto itu punya passion! Hahaha. Semoga kita juga selalu bersemangat dalam usaha-usaha kita meraih apa yang ingin kita capai. Mari berusaha dan pantang menyerah!

*photos credit to owner*
Pandang lagi langitnya »»  

Tribute to NARUTO - 15 Tahun Menginspirasi

Yo! Merayakan TAMATnya NARUTO yang bikin perasaan gue campur aduk, gue memutuskan untuk membuat 2 postingan untuk Naruto sebagai penghargaan dari gue, salah satu postingannya adalah "Belajar Pantang Menyerah ala Naruto". Kenapa 2 postingan? Sekalian sok-sok-an ngikutin Masashi Kishimoto (MK) sensei (mangaka Naruto) yang juga akan merilis 2 chapter: chapter 699 dan chapter 700 sekaligus. Sebenarnya tadinya mau nyicil kalau MK sensei juga nyicil nge-rilis 2 chapter terakhirnya hehehe.
Cerita sedikit, gue mengenal Naruto dari tayangan televisi Indonesia. Gue dan bokap sering banget nungguin Naruto dan kesel tiap bersambung. Kemudian Bokap menyerah dan berakata; "Capek ah nontonnya! Tiap mau berantem, ngobrol, flashback, pas mau berantem eh bersambung!". Alur sinetron adalah alur Naruto bagi gue tapi gue cinta, gimana dong?
"Setiap karya akan selalu ada penikmat setianya", untuk 15 Tahun lamanya Naruto menemani pembacanya tentu tanggal 6 November akan menjadi momentum besar yang cukup berarti. Yang sudah lama tidak update atau meninggalkan Naruto, mulai kembali dan merasakan euforia sama dengan yang lainnya. Sangking terasanya euforia tamatnya Naruto, dibuatlah web countdown yang isinya flashback dari awal cerita Naruto tahun 1999 - 2014. Di web masih tertulis 3 hari lagi masih dengan estimasi lama yaitu Naruto rilis tanggal 10 November, walau pada akhirnya rilis 6 November langsung 2 chapter.
CUPLIKAN WEB COUNTDOWN NARUTO
Dengan adanya web, fans internasional Naruto gregetan dong? Nah kalo di Jepang sendiri gimana? Pasti heboh kan? Bahkan gambar di web countdown Naruto dibuat di sepanjang Yamanoto Line.

Sadar atau nggak, di Indonesia pun kena euforianya yaitu dengan DITAYANGKAN KEMBALI NARUTO di channel TV Indonesia yang dari awal nayangin Naruto. Bahkan penayangannya 2 kali dalam sehari, yaitu sekitar jam setengah 4 pagi dan sore. Padahal kan sebelumnya, NARUTO DILARANG TAYANG, mungkin itu cuma teguran tetapi tetap lucu kan? Apalagi ditambah dengan berhembusnya kabar, Hana Bahagiana (dubber-nya Naruto) yang mengundurkan diri untuk tidak mengisi suara Naruto dikarenakan masalah koordinator dubber yang menurunkan harga tanpa negosiasi. Walau bagi beberapa orang lebih suka nonton anime Naruto tanpa dub, bagi gue bu Hana Bahagiana, yang sering dipanggil Hanaruto juga berjasa buat gue yang tahu Naruto dari TV. Bagi gue nggak akan enak suara Naruto kalau bukan diisi bu Hanaruto. Oia, beliau juga mengisi suara untuk Luffy One Piece.
Naruto bagi gue bukan sekadar hiburan, tetapi juga INSPIRASI. Waktu SMP, kalo ngerjain tugas kelompok mandek alias buntu, kami kabur ke rumah Dewi (rumahnya dekat dari sekolah) cuma buat numpang nonton Naruto yang saat itu tayang siang (gue sekolah masuk siang). Efeknya? Kami menjadi TAMBAH SEMANGAT dan menemukan ide-ide baru yang segar. Apalagi menjelang tamat-nya Naruto, teman-teman SMP yang sudah lama nggak kontak kembali menjalin silaturahmi. Masih teringat juga, satu kelas berusaha nyembunyiin komik Naruto gue karena ada inspeksi kelas yang melarang kami membawa komik. Saat SMA, Naruto juga turut serta dalam MENAMBAH NILAI PLUS DALAM RAPOT gue. Kok bisa? Pertama saat pelajaran seni, saat kelompok gue menyanyikan lagu Haruka Kanata (OST. Naruto) dimana kelompok lain menyanyikan lagu barat, kedua saat pelajaran mandarin, nggak ada yang tau cara menuliskan huruf Cina kata "Ai" yang artinya cinta, selain gue. Kenapa gue bisa menuliskannya? Karena huruf Cina "Ai" terdapat di dahi-nya Gaara.
Ketiga, karena dua guru SMA gue ada yang update Naruto juga, alhasil rada konspirasilah gue menjadi pasokan update Naruto buat mereka hahaha. Naruto sudah seperti Doraemon, teman masa tumbuh! Yang kalau mau tamat, antara senang dan sedih. MK sensei juga menyiapkan 2 Chapter terakhir Naruto dengan FULL COLOR. Terima kasih, MK sensei! Terutama untuk memberikan bagian spesial dimana direalisasikannya pasangan NaruHina, SasuSaku, ShikaTema, dan SaIno (yang agak mengejutkan). Mungkin gue akan rindu banget dengan baca pertengkaran NaruHina tim VS NaruSaku tim ditambah dengan NaruSasu tim (para fujoshi/fujodanshi) yang menyebarkan kegembiran mereka sendiri di timeline gue.

NaruHina tim: Naruto pasti jadian sama Hinata!!
NaruSaku tim: Apaan?! Jelas-jelas Naruto suka sama Sakura. Pastilah Naruto dengan Sakura!!
NaruSasu tim: Hey, hey, kalian inget nggak? First kiss-nya Naruto itu Sasuke. Mereka sudah ditakdirkan bersama.

Hahaha ada beberapa yang bener-bener musuhan karena ngotot pasangan Naruto itu dengan siapa. Maka dari itu, MK sensei yang sepertinya memperhatikan "fokus pasangan" ini memberikan jawabannya, yaitu Naruto dengan Hinata dan memiliki dua anak, yaitu Uzumaki Boruto (kakak) dan Himawari (adik). (gue kira 2 anaknya kembar, soale nggak jauh beda tingginya. Mungkin beda 1 atau 2 tahun)
GAMBARAN MK SENSEI
Nggak hanya itu, Sasuke dan Sakura juga punya anak loh, namanya Uchiha Sarada. Sai dan Ino juga punya anak laki-laki, yaitu Inojin. Shikamaru dan Temari punya anak laki-laki bernama Shikadai, dan masih banyak lagi.
UCHIHA SARADA
2 Chapter ini timeline-nya beberapa tahun kemudian setelah "Naruto The Last Movie", dimana Naruto telah menjadi hokage ke 7. Sementara di "Naruto The Last Movie", Kakashi menjadi hokage ke 6. Walau cuma fiksi, gue pun berharap dapat menggapai cita-cita gue seperti Naruto yang berhasil menjadi hokage. Terima kasih khusus kepada fanpage Dunia Naruto Indonesia (@DuniaNarutoID), yang beneran berjasa banget untuk update tercepat, spoiler menggelitik, dan konsisten mengabarkan apa pun yang berkaitan dengan Naruto.
Entah cerita atau gambar yang tidak sebagus dulu, atau semakin aneh dan nggak jelas, apapun hal buruk tentang Naruto, bagi gue, Naruto tetap menginspirasi dan menyebarkan virus pantang menyerah untuk selalu belajar dan berusaha. Terima kasih juga telah mewarnai masa kecilku, naruto!
GUE PERNAH NYOBA LARI ALA NARUTO
BINGO NARUTO: Tim 7, Hokage ke 7, Chapter 700 ^^

*Sumber gambar diambil dari fanpage Dunia Naruto Indonesia*
Pandang lagi langitnya »»