Rabu, 17 September 2014

[Review] Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno - Cosplay dan Jebakan Shishio

WARNING! POSTINGAN INI PANJANG, SUBJEKTIF, DAN PENUH SPOILER

Judul: Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno (2014)
Produksi: Warner Bros, Encore Film, Amuse, Shueisha, KDDI Corporation, Gyao
Sutradara: Keishi Ohtomo
Jenis Film: Aksi
Adaptasi: Rurouni Kenshin (Samurai X)
Mangaka: Nobuhiro Watsuki
Pemain: Takeru Sato, Tatsuya Fujiwara, Emi Takei, Ryunosuke Kamiki, Munetaka Aoki, Yusuke Iseya, Tao Tsuchiya.

Kenshin Himura (Takeru Sato) terancam mengingkari janjinya untuk tidak bertarung menggunakan pedang bilah terbaliknya. Karena harus menghentikan ulah musuh terberatnya, Makoto Shishio (Tatsuya Fujiwara) yang mencoba menguasai Jepang dengan menolak untuk menerima pemerintahan era baru. Shishio memiliki misi untuk membuat Kyoto menjadi kota lautan api.
"Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno" ini merupakan film kedua dari trilogi Rurouni Kenshin live action. Film pertamanya, berjudul "Rurouni Kenshin" tayang pada tahun 2012. Jedahnya lama juga yah, tapi jangan khawatir untuk film terakhirnya, yaitu "Rurouni Kenshin: The Legend Ends" bakal tayang oktober nanti, teman. Buat yang uda nonton ini film pasti nggak sabar deh yah hehehe. Oia, Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno ini kalo di Jepang judulnya "Rurouni Kenshin: Kyoto Taika Hen" artinya hampir mirip lah, Kyoto Neraka gitu. Soalnya di sini kan fokusnya ke arah misinya Shishio membuat Kyoto menjadi kota lautan api (berasa Bandung ye eh tapi kan Bandung kota kembang ye?).

Pasti penasaran dong dengan judul di atas? Ada apa dengan cosplay? Ada apa dengan Jebakan Shishio? Apakah gue akan nge-spoiler adegan dengan kata jebakan shishio? Heuheu. Mari kita mulai review-nya. Gue nggak akan banyak ngomongin soal ini film mirip nggak sih sama anime-nya. Di sini gue mencoba mengesampingkan ekspektasi gue sebagai penonton anime, sama halnya seperti gue nonton film Harry Potter, alasannya yaah biar gue bisa kasih nilai seni masing-masing karya gitu. Ini film, itu anime, dan yang itu novel begitu heuheu.

TOO MUCH EXPECTATION
Pertama, sound-nya bagus sekali! Mulai dari music background-nya sampai sound effect-nya. Film aksi memang yang harus dibikin greget itu audio-nya ketimbang visual kan? Apalah artinya adegan tembak-tembakan kalau nggak ada suara pistol? Dan apalah artinya film pedang-pedangan ini kalau nggak ada suara sayatan pedang yang saling beradu? Demi dah sound effect-nya bikin eargasm tapi rada kurang dibagian itu pedang nusuk ke badan. Ada beberapa adegan seseorang yang dikeroyokin massa dengan ditusuk-tusuk pake pisau dan pedang tapi sound effect-nya kurang greget, nggak kayak film The Raid gitu yang tulang patah aja berasa sound effect-nya. Yaa not bad lah yah.

Kedua, lighting-nya bikin menggigil! Adegan favorit film aksi kayak gini pastinya adalah pertarungan "one on one" bukan "one man show". Kalo "one man show" kan tuh pemeran utama lawan musuh beribu-ribu udah biasa. Nah beda sama "one on one" yang emang satu lawan satu. Adegan one on one di film ini kalo gue hitung ada 3 adegan (seinget gue), yaitu Kenshin VS Soujiro, Kenshin VS salah satu samurai sepuluh samurai, Bapak tua tim penjaga (ninja) VS Aoshi Shinamori. Nah adegan "one on one"-nya si bapak tua VS Aoshi ini tuh parah keren banget. Spoiler, detik-detik si bapak tua pemilik penginapan ini mau mati tuh adegannya terasa begitu dramatis karena LIGHTING! Dan nggak sembarangan yah itu adegan ceritanya mendung dan ada kilat gede banget, bahhh itu lighting bukan cuma berasa di langit tapi di seluruh tempat di adegan itu. Jadi darah-darahnya berasa dramatis bagi gue.

Ketiga, transisi yang oke dan make up effect yang cetar! Ada beberapa adegan Kenshin yang ngebayangin masa lalu-nya dan transisinya keren karena didukung dengan coloring-nya yang uwow banget deh. Warna film ini asik dan mempunyai peran tersendiri dalam transisi setiap adegannya. Soal make-up, gue super salut. Banyak adegan air gitu, gue penasaran itu make up luntur nggak tuh? Semisal make-up luka X di pipinya Kenshin atau make-up luka bakarnya shishio yang berasa banget. Oia, make-up juga jadi alasan gue nonton "Rurouni Kenshin Kyoto Inferno" ini, soalnya si Takeru Sato yang meranin Kenshin akhirnya nggak keliatan cantik dibandingkan di film pertamanya yang bikin gue males nonton hahaha. Di sini, dia manly banget walaupun emang si Kenshin tuh di anime terhitung cowok cantik juga hahaha.

Keempat akting pemainnya keren! Di sini yang gue bilang bukan sekadar akting loh, karena yang gue maksud termasuk dengan SUARA mereka yang niat parah. Seto Soujiro adalah salah satu chara favorit gue di Samurai X dan gue sangat puas dengan aktingnya Ryunosuke Kamiki yang memerankannya dengan sangaaaaat baik. Suara Soujiro yang ceria bisa banget dimainin sama si Kamiki jadi tengil gitu, jadi seneng gue.

RYUNOSUKE KAMIKI AS SOUJIRO
Keluar dari studio gue masih deg-degan, karena gue ngerasa dia adalah the best cosplayer of Seta Soujiro hahaha. Cosplay terbaik di Ruroni Kenshin nomor dua lah dia yang terkeren, yang pertama tentu saja Tatsuya Fujiwara yang berperan sebagai Makoto Shishio. Mana ada yang bisa nge-cosplay-in Shishio dengan niat coba? Hahaha secara make-up effect luka bakarnya dahsyat. Uda gitu suaranya Tatsuya Fujiwara bisa keren dan cocok banget sama Shishio. Kalo kalian ingat, Tatsuya Fujiwara ini dulu yang meranin Kira/Light Yagami di Deathnote. Berasa kan tuh bedanya? Dia waktu jadi Kira berasa gagal banget, eh pas jadi Shishio beuuh gue acungkan jempol! Ohiya, spoiler lagi nih di film ini bakal banyak cosplayer Shishio bermunculan loh!
TATSUYA FUJIWARA AS SHISHIO
Oia untuk pertarungannya yaah keren dong kan ada efek slowmotion! Heuheu tapi nggak gitu menegangkan banget sih buat gue yaa cukup bikin deg-degan aja tapi masih bisa napas dan bahkan masih bisa ketawa gara-gara tingkahnya Munetaka Aoki yang berperan sebagai Sagara Shinnosuke. Nggak heran kalau ini film dalam waktu 3 hari uda jadi box office sejak 10 September, baca beritanya di sini. Nah, secara personal, gue ucapkan selamat kepada yang sudah menonton film ini karena kalian semua sudah masuk ke jebakan Shishio! Kalian cuma sampe di Kyoto, ditipu sama Shishio yang tujuannya sebenernya Tokyo bukan Kyoto! Hahahaha ups spoiler. Gue juga kena jebakan doi nih hahaha maka dari itu buat keluar dari jebakan Shishio, gue akan nonton The Legend Ends-nya oktober nanti hohoho semoga kali ini nontonnya ada temennya huahaha. Bonus dikit ini dia, Kenshin kita waktu masih culun! Salam #Sotoy
TAKERU SATO DI MEI CHAN NO SHITSUJI
*Sumber foto dari berbagai sumber nanti bakal diupdate lagi, kuota internet lagi cupu*

12 komentar:

  1. ahh.. iya nih, kece parah filmnya >.<!
    btw jadi suka sama karakter Soujiro, sukses bgt yg meranin jadi eye chatching gitu, padahal gue gak inget ada karakter Soujiro di animenya, hahaha udah lupa XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betuuuul, too much eye catching yaaah XDD

      Hapus
  2. Nah gue baru tau klo Samurai X ada film aslinye. Keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheu bahkan uda ke yang dua ye

      Hapus
    2. maklum lah, kebanyakan nonton layar tancep saya mah

      Hapus
    3. Hahaha nggak apa, seru kan tiap misbar :3

      Hapus
  3. keren film ini, kaga ada bosennya buat nonton lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuuul masih terbayang tiap adegannya

      Hapus
  4. gw penasaran ngeliat shisiro versi cosplay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pokoknya bagus dan banyak banget ibarat naruto yang kagebunshin no jutsu gitu.

      Hapus
  5. Mbak mo tanya judul instrumen musik yang dipakai backsound film kenshin yang pas kenshin terdampar di pantai trus dibopong seseorang tu lho, kalo boleh kasih url downloadnya
    Makasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh nggak inget, coba dicari di youtube ost nya :3 karena isinya instrumen semua dan uda banyak yang upload.

      Hapus